Cara kerja PZEM beserta fungsinya
PZEM adalah singkatan dari Peacefair ZEM, yaitu modul sensor yang digunakan untuk mengukur parameter listrik seperti tegangan (V), arus (A), daya (W), energi (Wh), frekuensi (Hz), dan faktor daya (Power Factor). Modul ini banyak digunakan dalam proyek monitoring listrik berbasis mikrokontroler seperti Arduino, ESP32, atau Raspberry Pi.
Fungsi:
Modul PZEM umumnya memiliki fungsi utama sebagai monitor energi listrik, terutama untuk beban AC. Fungsi-fungsi utamanya meliputi:
1. Mengukur Tegangan (Voltage): biasanya 80V hingga 260V AC.
2. Mengukur Arus (Current): dengan bantuan CT (Current Transformer).
3. Mengukur Daya Aktif (Active Power):dalam satuan watt (W).
4. Mengukur Energi (Energy Consumption): dalam satuan watt-hour (Wh).
5. Mengukur Frekuensi (Frequency): dalam Hz.
6. Mengukur Faktor Daya (Power Factor): efisiensi penggunaan listrik.
Cara kerja:
PZEM bekerja dengan mengukur parameter listrik secara langsung dari jaringan AC. Berikut ini proses kerjanya secara umum:
-
Input Tegangan dan Arus:
-
Tegangan AC dihubungkan langsung ke terminal input PZEM (biasanya 100–260V AC).
-
Arus diukur menggunakan CT (Current Transformer) clamp (sensor arus tanpa harus memutus kabel).
-
-
Pengukuran Digital:
-
Di dalam PZEM terdapat IC pengukur daya (misalnya HLW8012 atau BL0937) yang menghitung:
-
Tegangan (V)
-
Arus (A)
-
Daya aktif (W)
-
Energi (Wh)
-
Frekuensi (Hz)
-
Faktor daya (PF)
-
-
-
Komunikasi Data:
-
Data hasil pengukuran dikirim melalui komunikasi serial (UART/RS485) ke mikrokontroler.
-
Modul PZEM-004T (misalnya) bisa dihubungkan ke Arduino melalui port serial atau konverter TTL to RS485.
-
-
Pengolahan Data:
-
Mikrokontroler menerima data dan bisa menampilkannya di layar LCD, dikirim ke server IoT, atau digunakan untuk kontrol otomatis (misal memutus beban jika daya terlalu besar).
-
Komentar
Posting Komentar