cara menggunakan Avometer untuk melakukan pengukuran arus listrik

 

[1] Mengukur Tegangan DC (Volt DC)

Contoh: Mengukur tegangan baterai 9V

Langkah-langkah:

  1. Atur selector ke DCV (misalnya 10V atau 50V).

  2. Hubungkan probe hitam ke terminal COM, dan probe merah ke VΩmA.

  3. Sentuhkan probe merah ke kutub positif baterai, probe hitam ke kutub negatif.

  4. Baca nilai pada skala DCV yang sesuai (perhatikan faktor pengali).

  5. Catat hasil pembacaan.

catatan: Pastikan skala yang dipilih lebih besar dari tegangan yang diukur untuk menghindari kerusakan alat.


[2] Mengukur Tegangan AC (Volt AC)

Contoh: Mengukur stop kontak rumah

Langkah-langkah:

  1. Putar selector ke ACV (misalnya 250V).

  2. Hubungkan probe merah & hitam seperti sebelumnya.

  3. Sentuhkan kedua probe ke lubang stop kontak.

  4. Amati pergerakan jarum dan baca pada skala ACV.

  5. Catat hasil pembacaan.

catatan: Berhati-hatilah karena tegangan AC bisa membahayakan!


[3] Mengukur Arus DC (Ampere DC)

Contoh: Mengukur arus pada rangkaian DC kecil

Langkah-langkah:

  1. Putar selector ke DCA (misalnya 250 mA).

  2. Sambungkan Avometer secara seri dalam rangkaian (bukan paralel!).

  3. Hubungkan probe hitam dan merah seperti biasa.

  4. Baca pergerakan jarum di skala DCA.

catatan: Pastikan batas arus maksimal tidak terlampaui.


[4] Mengukur Hambatan / Resistansi (Ohm, Ω)

Contoh: Mengukur resistor

Langkah-langkah:

  1. Putar selector ke Ω (misalnya x1 atau x10).

  2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor.

  3. Jika jarum tidak tepat di nol, gunakan Zero Adjust untuk kalibrasi.

  4. Baca nilai resistansi sesuai skala dan kalikan dengan pengali (x1, x10, dll).

catatan: Jangan mengukur resistansi dalam rangkaian aktif (bertegangan)!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desain PCB Menggunakan EasyEDA

Cara kerja PZEM beserta fungsinya

Life Tech