Mikrotik RouterOS dan RouterBord

[1] Pengenalan MikroTik

MikroTik berasal dari Riga, Latvia, dan mulai berkembang sejak tahun 1996. Mereka membuat dua produk utama:

  • RouterOS sistem operasi berbasis Linux yang bisa dipasang di PC supaya berfungsi seperti router.

  • RouterBoar: perangkat keras (hardware) yang sudah ditanamkan RouterOS.

Tujuannya adalah membuat jaringan internet lebih murah, cepat, dan mudah digunakan.


[2] Konsep Dasar Jaringan

Sebelum belajar konfigurasi, penting untuk memahami dasar-dasar jaringan:

  • IP Address: alamat unik yang dipakai perangkat untuk saling berkomunikasi. Ada dua versi: IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit).

  • Subnetting: teknik membagi jaringan menjadi kelompok kecil supaya lebih teratur dan efisien.

  • Gateway: pintu keluar-masuk jaringan. Tanpa gateway, perangkat tidak bisa terhubung ke internet.

  • DNS (Domain Name System): penerjemah nama website menjadi alamat IP. Contoh: detik.com diubah menjadi angka IP supaya bisa diakses komputer.


[3] Konfigurasi Dasar MikroTik

Hal-hal pertama yang biasanya dilakukan ketika memakai MikroTik adalah:

  1. Memberikan IP Address pada interface (port).

  2. Mengatur Gateway agar router bisa keluar ke internet.

  3. Menambahkan DNS supaya bisa mengakses website.

  4. Menguji koneksi menggunakan ping.

Akses ke MikroTik bisa dilakukan lewat Winbox (aplikasi resmi dari MikroTik), WebFig (akses lewat browser), atau Terminal (pakai command line).


[4] Bridge

Bridge digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih interface (misalnya port ethernet atau wireless) agar seolah-olah berada di jaringan yang sama. Contohnya, kalau kita colok kabel LAN ke beberapa port router, dengan bridge semua perangkat bisa saling terhubung tanpa perlu routing.


[5] DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP memudahkan manajemen IP:

  • DHCP Server: router otomatis membagikan IP ke perangkat.

  • DHCP Client: perangkat yang meminta IP otomatis dari router.

Dengan DHCP, kita tidak perlu repot mengisi IP manual untuk tiap perangkat.


[6] Firewall

Firewall berfungsi seperti pagar atau satpam di jaringan. Dengan firewall, kita bisa menentukan:

  • IP mana yang boleh masuk.

  • Layanan apa yang boleh dipakai.

  • Siapa yang harus diblokir.

Di MikroTik, firewall diatur lewat menu IP > Firewall, dengan aturan berupa “jika kondisi terpenuhi, maka lakukan aksi”. Misalnya: jika ada akses dari luar yang mencurigakan → drop (blokir).


[7] NAT (Network Address Translation)

NAT dipakai supaya banyak perangkat bisa memakai satu koneksi internet publik. Contoh: di rumah ada satu modem internet, tapi dipakai oleh banyak laptop dan HP. NAT juga bisa dipakai untuk port forwarding, yaitu mengarahkan akses dari luar ke perangkat tertentu di jaringan lokal.


[8] Routing

Routing adalah cara data menemukan jalan ke tujuan. Ada dua jenis routing:

  • Static Routing: admin menentukan jalur manual. Cocok untuk jaringan kecil.

  • Dynamic Routing: router bisa otomatis mencari jalur terbaik (pakai protokol OSPF, RIP, BGP).


[9] Wireless

MikroTik bisa juga berfungsi sebagai Access Point (WiFi). Kita bisa atur:

  • SSID (nama WiFi)

  • Password dan keamanan (WPA/WPA2)

  • Frekuensi (2.4 GHz atau 5 GHz)

Selain itu, MikroTik juga mendukung mode lain seperti Station (client WiFi) atau Bridge Wireless untuk point-to-point.


[10] Tools Tambahan di MikroTik

MikroTik menyediakan berbagai alat untuk membantu troubleshooting:

  • Ping: mengecek apakah perangkat lain terhubung.

  • Traceroute: melacak jalur data melewati router apa saja.

  • Torch: melihat traffic real-time, siapa saja yang memakai bandwidth.

  • Bandwidth Test: mengukur kecepatan jaringan.

  • Packet Sniffer: menangkap data untuk analisis.


[11] Backup dan Restore

Supaya konfigurasi tidak hilang, kita bisa melakukan backup. Ada dua jenis:

  • Backup Binary (.backup): seluruh konfigurasi disimpan, tapi tidak bisa dibaca dengan teks editor.

  • Backup Script (.rsc): disimpan dalam bentuk script, bisa diedit dan dijalankan ulang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desain PCB Menggunakan EasyEDA

Cara kerja PZEM beserta fungsinya

Life Tech